Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Bahaya Vetsin Atau MSG Bagi Kesehatan

Vetsin atau MSG (Monosodium Glutamate) adalah penyedap rasa yang sudah sangat populer di Indonesia. Berbentuk kristal putih dan tidak mempunyai rasa. Fungsinya hanya sebagai penegas cita rasa makanan. Akan terasa lebih enak dan gurih jika ditambahkan pada makanan seperti daging, ayam dan ikan. Banyak digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk menambah cita rasa masakan mereka. Juga para para pedagang makanan yang kadang menambahkannya tanpa aturan. Padahal mengkonsumsi MSG secara berlebihan sangat tidak dianjurkan. Di lihat dari keutamaan gizinya pun, vetsin sama sekali tidak mempunyai manfaat khusus dalam metabolisme tubuh dan juga fungsi organ.
Dalam MSG terkandung asam glutamate dan natrium. Dengan menambahkan MSG ke dalam makanan, artinya akan semakin banyak kadar natrium yang masuk ke dalam tubuh. Belum  dari garam dapur yang juga kaya akan natrium. Dan tentu saja hal itu akan sangat membahayakan bagi mereka penderita penyakit hipertensi, jantung dan ginjal.

Artinya para penderita penyakit itu harus mengurangi penggunaan natrium yang bukan saja terdapat pada garam tapi juga pada vetsin. Memang, sebenarnya natrium diperlukan oleh sel-sel tubuh kita. Apalagi setelah kita melakukan olah raga berat yang menguras banyak keringat. Kita bisa merasa lemah. Hal itu karena banyak natrium keluar dari tubuh kita bersama keringat. Tidak percaya? Rasakan sendiri keringat tubuh kita, pasti akan terasa asin di lidah.

Natrium pada MSG mempunyai rasa yang gurih dan tidak terlalu asin. Berbeda dari garam dapur yang memiliki rasa asin 3 kali lipat dibanding MSG. Makanya orang lebih senang menggunakan MSG dibanding garam dapur, bahkan banyak juga yang menggunakan keduanya secara bersamaan.

Dalam 1 gram vetsin terkandung kurang lebih 200 mg natrium. Natrium merupakan zat yang dapat menahan air di dalam tubuh. Oleh karena itu sangat tidak dianjurkan juga dikonsumsi oleh mereka penderita penyakit kaki bengkak. Bayangkan saja, sudah bengkak air masih tertahan di dalam tubuh. Padahal harusnya keluar dengan lancar agar air yang berlebihan itu segera dibuang oleh tubuh.

Sebaiknya tidak menggunakan vetsin sebagai penyedap rasa. Tetapi kalaupun tetap ingin menggunakannya, pakailah sesuai takaran yang  dianjurkan. Aturan mengkonsumsi MSG yang aman adalah 120 mg/kg BB/hari pada orang dewasa. Berarti, jika seseorang mempunyai berat badan 50 kg, maka konsumsi vetsin yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram, setara dengan 2 sendok teh.Atau dosis optimumnya yaitu 0.2-0.8% dari volume makanan.Untuk anak-anak tidak lebih dari 2 gram sehari. Dan dilarang untuk bayi di bawah usia 12 minggu.

Dalam buku Excitotoxins-The Taste That Kills, Russell  Blaylock menjelaskan bahaya MSG sebagai zat kimia yang dapat merangsang juga mematikan sel-sel otak. Bahkan dapat memperburuk gangguan saraf bagi para penderita Alzheimer, parkinson dan autisme. Selain itu juga dapat meningkatkan pertumbuhan se-sel kanker.  Penggunaan MSG yang berlebihan bagi mereka yang sensitif juga bisa menyebabkan alergi, mual, kejang, sakit kepala, mulut terasa kering, hilang ingatan bahkan memicu serangan asma.

Walaupun di Jepang, negara penemu bahan ini menganggapnya aman, begitu pula Food and Drug Administration di Amerika Serikat, bahkan BPOM di Indonesia juga, tetapi hendaknya gunakan MSG sesuai aturan. Jangan berlebihan yang akan membuat kita menderita kerugian nantinya.. Selalu diingat. apapun bahan kimia selain berdampak positif juga dapat  memberikan dampak sebaliknya. Jika penggunaannya tanpa aturan bisa saja  mengakibatkan terganggunya kesehatan.  

***

 

Dampak Buruk Menonton Televisi

Dewasa ini menonton tayangan televisi telah menjadi tradisi bagi setiap orang, termasuk mereka yang tidak memiliki televisi namun bisa menumpang menonton di tempat lain yang memiliki televisi. Banyaknya tayangan televisi yang menyajikan hiburan memang cukup efektif untuk mengusir kejenuhan. Selain itu tayangan televisi juga mempermudah setiap penontonnya untuk mendapatkan berbagai informasi secara cepat melalui sajian-sajian berita yang tersedia. Namun demikian menonton televisi juga memiliki dampak buruk, apalagi bila terlalu lama.
1. Gangguan Kesehatan

Terlalu lama menonton televisi dapat menyebabkan diabetes, jantung, obesitas, dan kenaikan berat badan pada anak-anak. Selain itu, tingkat kesuburan pria juga dapat menurun apabila dalam seminggu pria tersebut menonton televisi selama 20 jam.

2. Kekurangan Waktu Istirahat

Dibanding duduk santai, energi akan lebih terkuras saat menonton televisi. Terlebih saat menonton acara yang membuat tegang dan menakutkan, darah akan mengalir tidak teratur dan asam laktat terbentuk lebih banyak. Selain itu, waktu menonton televisi yang terlalu lama membuat waktu istirahat menjadi berkurang.

3. Keluarga Terlupakan

Tidak jarang waktu bertemu antara suami, istri, dan anak-anak sangat sedikit, apalagi bila suami dan istri memiliki karrier yang sama-sama menyibukkan. Ketika sampai di rumah, tidak jarang suami ataupun istri menonton tayangan televisi untuk mengusir kejenuhan dan kelelahan akibat seharian bekerja. Pada akhirnya, waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk membicarakan banyak hal bersama keluarga menjadi tersita oleh tayangan televisi. Sebuah penelitian dalam Jurnal Mass Communication and Society mengungkapkan, “Semakin anda percaya dan bahagia pada hubungan romantis yang anda lihat di TV, semakin kecil kemungkinannya anda akan bahagia pada kisah cinta anda sendiri”.

4. Berita yang Berlebihan

Penyajian berita seringkali dibuat melebihi kenyataan yang sebenarnya, seperti masalah sepele yang dibesar-besarkan. Hal ini dilakukan untuk membuat berita semakin panas, sehingga jumlah penonton semakin banyak karena ikut terhipnotis oleh berita tersebut. Rasanya rugi sekali jika ikut terbawa oleh berita-berita yang terlalu dilebih-lebihkan, padahal kenyataannya biasa saja.

5. Menimbulkan Sikap Konsumerisme

Banyaknya iklan yang menayangkan penawaran barang dan jasa seringkali membuat penonton tergiur, hingga akhirnya sikap konsumtif yang berlebihan pun muncul tanpa tersadari. Sikap konsumerisme ini pun muncul tanpa memperhatikan kondisi ekonomi sendiri.

6. Lupa Ibadah

Tayangan televisi yang non stop membuat penontonnya enggan untuk beranjak dari depan televisi, bahkan di saat waktu ibadah tiba, tidak jarang masih banyak yang asyik menonton. Contohnya saja acara kartun dan musik yang rutin ditayangkan di setiap hari Minggu pagi. Sekalipun sudah waktunya untuk beribadah ke Gereja, anak-anak kecil tetap asyik menonton kartun, bahkan banyak yang merengek bila akhirnya televisi harus dinonaktifkan.

7. Kesehatan Jantung Tidak Terjaga

Menurut hasil penelitian, jika waktu menonton televisi melebihi waktu normal, maka resiko terkena penyakit jantung meningkat sebanyak 15 % dan resiko terkena penyakit diabetes meningkat sebanyak 25 %.

8. Memperburuk Kesehatan

Kematian mendadak di depan televisi seringkali terjadi pada penderita darah tinggi dan jantung lemah. Akibat menonton acara yang menegangkan dan terlalu sedih, mereka pun lepas kontrol hingga akhirnya meninggal dunia di depan televisi yang mereka tonton. Selain itu, terlalu lama duduk di depan televisi juga dapat menyebabkan gangguan pada tulang belakang, sistem saraf, pernafasan, pencernaan, dan sirkulasi darah. Pada akhirnya tubuh menjadi tidak sehat dan bentuk tubuh tidak lagi proporsional. Dengan semakin memburuknya kesehatan, peluang terkena penyakit akan lebih besar.

Menonton televisi memang baik untuk mengusir rasa penat dan kejenuhan atas rutinitas yang padat, akan tetapi konsumsi tayangan televisi yang melebihi batas normal akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan psikis anda.